Metode Pembelajaran Kontekstual Vs Metode Pembelajaran Tradisional

Sistem pembelajaran kontekstual dan sistem pembelajaran tradisional merupakan dua sistem pembelajaran yang selama ini berkembang di ranah pendidikan nasional. Tenaga pendidik umumnya menerapkan sistem pembelajaran secara tradisional dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual. Sistem pembelajaran tradisional cenderungnya diterapkan di sekolah-sekolah yang berada di desa ataupun daerah terpencil. Meskipun tidak menutup kemungkinan di kota juga menggunakan metode tersebut. Padahal pendidik mengetahui secara benar pentingnya metode dan sistem pembelajaran dalam dunia pendidikan.

Di era modern sekarang ini, para pendidik cenderung meyakini pembelajaran kontekstual lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran tradisional. Karena itu perlu pembahasan secara detail mengenai dua sistem pembelajaran tersebut. Karakteristik model pembelajaran kontekstual sangat transparan. Sistem pembelajaran kontekstual mengembangkan metode di mana siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran sehingga terjadi feed back antara pendidik dengan peserta didik. Pembelajaran kontekstual memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari teman melalui kerja kelompok, diskusi, saling mengoreksi. Biasanya pembelajaran kontekstual selalau berusaha mengaplikasikan apa yang telah didapatkan dalam proses pembelajaran ke dalam kehidupan nyata mengingat perilaku manusia dibangun dari kesadaran diri setiap pribadi masing-masing.

Di lain pihak, model pembelajaran tradisional masih menjadi idola bagi pendidik yang berada di desa ataupun daerah terpencil. Kemungkinan, pendidik melakukan hal tersebut dikarenakan minimnya fasilitas yang dapat digunakan dan minimnya informasi tekhnologi yang dipeeroleh dari  sekolah mengingat letaknya yang  terpencil. Meskipun demikian, model pembelajaran tradisional memiliki beberapa ciri khas. Pembelajaran tradisional cenderung menjadikan peserta didik sebagai penerima informasi. Gaya belajar siswa juga individual bukan bersifat kelompok karena siswa hanya diposisikan sebagai penerima informasi. Metode pembelajaran  tradisional hanya cocok terhadap pembelajaran yang bersifat teoritis tidak pada tataran praktis.

Pembelajaran kontekstual memiliki perbedaan dengan pembelajaran konvensional, tekanan perbedaannya yaitu pembelajaran kontekstual lebih bersifat student centered  (berpusat kepada peserta didik) dengan proses pembelajarannya berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan peserta didik bekajar dan mengalami. Sedangkan pembelajaran konvensional lebih cenderung teacher centered (berpusat kepada pendidik), yang dalam proses pembelajarannya siswa lebih banyak menerima informasi bersifat abstrak dan teoritis. Pada dasarnya semua kembali pada pendidik. Apakah akan menerapkan metode kontekstual ataupun metode tradisional. Semoga pendidik dapat memilih yang terbaik sehingga pendidikan yang di negeri ini menjadi maju.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s