Pendidikan sebagai Wujud Karakter Bangsa

Pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia dalam kehidupan. Pendidikan mampu memberikan pengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Fakta tersebut sering dijumpai baik di masa kini maupun di masa lampau. Di masa kini ahli pendidikan berkaca kepada Eropa. Negara-negara Eropa mampu mendesain pendidikan sedemikian hebatnya sehingga peradaban mereka menjadi maju baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun humanity. Di masa lalu, civitas akademika sering mendengar perkembangan pendidikan di masa Yunani, Romawi, Persia, dan Islam. Sungguh sangat menakjubkan perkembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan di masa itu.

Ironis jika civitas akademika tidak mengetahui rentetan sejarah tersebut. Idealnya, generasi baru harus mampu meneruskan perjuangan tokoh-tokoh pendidikan terdahulu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Realita yang ditemui sekarang ini berkebalikan 180 derajat. Banyak pemuda yang tidak sekolah dan lebih memilih menjadi pekerja kasar. Berbagai alasan-alasan mereka gulirkan. Nampaknya biaya pendidikan yang terlalu mahal masih menjadi alasan idola disamping alasan lainnya. Padahal pemerintah sudah memberikan program pendidikan gratis sampai tingkat pendidikan dasar. Meskipun demikian mereka juga tak bergeming. Bagaimana karakter bangsa akan terbentuk jika sang pembentuk karakter tidak mau membentuknya. Belum lagi belakangan ini muncul berbagai kasus tentang penarikan-penarikan yang tidak semestinya ada sekalipun pendidikan dasar sudah digratiskan. Fakta ini membuat rakyat kecil semakin antipati dengan pendidikan.

Beberapa kasus di atas memerlukan penanganan khusus dari pemerintah jika pemerintah serius ingin membangun karakter bangsa. Sebenarnya apa yang terjadi dan mengapa praktek-praktek tersebut sering terjadi. Mungkinkah itu mental masyarakat bangsa ini?. Korupsi, kolusi, dan nepotisme seolah menjadi sesuatu yang halal dalam kehidupan. Sungguh pusing jika memikirkan hal tersebut. Sebagai seorang pendidik yang notabene peduli dengan pendidikan seharusnya menyadari betapa pentingnya rakyat yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan. Slogan dan sumpah keguruan seolah menjadi isapan jempol belaka. Kode etik guru seolah tak pernah ada. Sungguh menyedihkan meratapi nasib pendidikan rakyat kecil. Sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap beberapa kasus yang muncul ke permukaan.

Pendidikan sebagai wujud pembentuk karakter bangsa harus diperhatikan secara detail oleh pemerintah. Tindak semua perbuatan yang menyalahi aturan. Nasib pendidikan rakyat yang tidak mampu harus diperhatikan. Mereka juga berhak memperoleh hak pendidikan. Bahkan hak tersebut dilindungi dan tertuang dalam pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab harus memperjuangkan nasib pendidikan rakyat. Pejabat pemerintah harus menjalankan amanah rakyat dengan baik. Pejabat pemerintah dipilih oleh rakyat dan harus memperjuangkan nasib rakyat bukan memperjuangkan nasib sendiri dan nasib golongan. Semoga pemerintah mampu menjalankan amanahnya dengan baik dan nasib pendidikan rakyat menjadi lebih baik sehingga pendidikan sebagai wujud karakter bangsa dapat tercipta dengan sistem manajemen pendidikan yang dikontrol dan dikembangkan secara baik oleh pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s